AHMAD & MUHAMMAD RAHASIA TAUHID DI DALAM DIRIMU
“Jika ego lenyap, yang tersisa bukan dirimu... tapi
Dia."
"Jika hatimu pernah merasakan kehadiran-Nya, simpan konten ini. Karena jalan AHMAD dan MUHAMMAD hanya dimengerti oleh yang sedang mencari."
Pikiran mengenal nama-Nya.
Hati merasakan hadir-Nya.
Ruh bersaksi: tiada yang ada selain Dia.
Murid:
Guru..aku membaca bahwa AHMAD adalah batin,
MUHAMMAD adalah zahir. Lalu dikatakan BAL AHAD, manunggaling kawulo Gusti. Apakah aku ini Allah?
Guru tersenyum teduh.
"Jika engkau bertanya begitu, berarti engkau belum mengenal siapa dirimu."
Murid terdiam.
"Aku hanya takut tersesat."
Guru:
"Takutmu itu baik. Karena banyak yang mabuk rasa lalu lupa syariat."
“Dengarlah. AHMAD adalah rahasia ruhmu. la adalah cahaya kesadaran yang membuatmu hidup.
Tapi cahaya itu bukan Tuhan. la hanya pantulan Nur Allah di dalam wadah dirimu."
Murid:
"Lalu MUHAMMAD?"
GUrU:
"MUHAMMAD adalah tubuhmu. Tangannya bekerja, matanya melihat, kakinya berjalan. la adalah utusan kehendak Allah di alam jasad."
"Jika AHMAD adalah api, MUHAMMAD adalah
pelita. Tanpa api, pelita gelap. Tanpa pelita, api tak terlihat."
Murid menunduk, dadanya bergetar.
"Lalu apa BAL AHAD itu, Guru?"
Guru memejamkan mata.
"BAL AHAD adalah saat engkau lupa pada dirimu
dan hanya melihat Dia."
"Ketika ego hilang, ketika MIM—jasad dan nafsu— ditanggalkan, yang tersisa hanya kesaksian:
AHAD... Yang Esa."
Murid:
"Apakah itu fana?"
Guru:
"Ya. Tapi ingat. Fana bukan menjadi Tuhan. Fana adalah hilangnya klaim 'aku'. Yang ada hanya 'Dia'"
Murid:
"Lalu mengapa ada 'Mengenal nama wilayah
pikiran' dan 'mengenal rasa wilayah hati'?"
Guru:
"Karena pikiran mengenal Allah dengan kata dan
konsep. Tapi hati mengenal Allah dengan rasa."
"Pikiran berkata: Allah Maha Ada.
Hati berbisik: Aku sedang dihadiri-Nya."
Murid menangis.
"Guru... bagaimana jika aku sudah merasakan
kehadiran itu?"
Guru menepuk dadanya.
"Semakin engkau merasa dekat, semakin engkau harus merasa hina."
"Karena orang yang benar-benar dekat tidak
berkata: Aku bersatu.
la berkata: Aku tiada, Dia segalanya."
Murid bersujud.
"Ajari aku agar tidak tersesat dalam cahaya."
Guru berbisik pelan:
"Pegang syariat, tenggelamkan ego, hidupkan zikir.
Maka AHMAD hidup, MUHAMMAD tunduk, dan BAL AHAD hanya menjadi kesaksian hati, bukan klaim diri."
#tasawuf #makrifat #nasehatdiri #ngajirasa #semuaorang
No comments:
Post a Comment